Jumat, 21 Juni 2013

[FF Boyfriend] Helper is My Love Part 2



Tittle : Helper is my love
Cast : Jo Youngmin
            Jo Kwangmin
            Kim Seo Ra
            Han Ri Young
Genre : -
Rating : PG-15
Author : @raniakim96
Length : Series



Part sebelumnya

Kwangmin,Youngmin aku harap kalian akan membantunya di sekolah besok.” Ucap eomma padaku dan Kwangmin.
ne,eomma aku akan membantumu Seo ra -ahh kita juga akan belajar bersama.”celetuk Kwangmin dengan gaya riangnya. Aku melihatnya sangat jijik kenapa dia bisa sangat perhatian pada yeoja itu.
“bagaimana dengan kau hyung?”tanyanya padaku kemudian.
Bagaimana apanya? kan sudah ada kau yang membantunya,aku tidak perlu repot-repot lagi.”jawabku sinis dengan memandang tajam kearah yeoja itu.


#part 2


            Kim seo ra   P.O.V.

            Kini aku tengah bersiap berangkat ke sekolah baru,setelah sebelumnya menyiapkan sarapan untuk tuan Kwangmin dan Youngmin. Aku menunggu mereka di beranda rumah sambil sesekali merapikan seragamku. Aku pikir bahwa seragam ini adalah seragam sekolah paling bagus yang pernah ku kenakan.

            Kajja kita berangkat sekarang saja,nanti kita bisa terlambat.” Seru tuan Youngmin tiba-tiba.
“ne tuan.” Jawabku. ‘Huh~ padahal aku sudah menunggunya dari tadi’ batinku.
“ini hari adalah hari pertamamu ke sekolah baru, bagaimana perasaanmu?” ucap tuan Kwangmin yang muncul dari belakang tuan Youngmin.
“eng~ saya agak tegang tuan.” Jawabku tergagap sambil berjalan menuju mobil.
“santai saja Seora di sekolah tidak ada harimau yang akan memakanmu canda tuan Kwangminmenepuk bahuku pelan.
“dan semoga kita bisa satu kelas yah?” tambahnya.



            Suasana di dalam mobil sangatlah sunyi, sepi bahkan lebih sepi dari kuburan. Aku hanya melihat dari kaca tengah mobil, tuan Youngmin sedang sibuk dengan ponselnya sementara tuan Kwangmin asyik memandangi jalanan kota Seoul. Aku yang bosan dengan suasana ini pun memutuskan untuk mengambil i-pod ku,memasangkan headset di kedua telingaku dan mengalunlah sebuah lagu balad favoritku.

            Kami sampai di sebuah gedung bertulisakan SCHOOL OF PERFORMING ART SEOUL yang melintang di antara dua dinding berpagar besi itu. Aku hanya melongo (?) melihat keadaan sekolah ini. Arsitektur bangunannya sangat indah dan halamannya pun sangat luas.
Tiba-tiba “KYAAA~  Jo twins.....” teriak segerombolan yeoja yang berlari menuju ke arah kami. Aku kaget karena aku langsung di tarik oleh supir dari keluarga Jo
“ahjjusi kenapa kau menarikku?”kataku kesal. Namun ahjjusi tidak menjawab pertanyaanku. Kini yeoja-yeoja itu mengerumuni tuan Kwangmin dan Youngmin, sepertinya tuan sangat populer di sekolah ini.
 “apakah yang di maksud Jo twins itu tuan Kwangmin dan Youngmin?” tanyaku penasaran akan ‘Jo twins’ itu.
“ne, mereka memang punya julukan seperti itu di sekolah.” Jawab ahjussi.


            “seo ra -ahh kajja kita ke kantor guru,kau belum tau kelasmu bukan?” ujar ahjjusi. Jadi tujuannya menarikku pergi untuk ini.
“ahh ne kajja?” Jawabku semangat sambil menarik lengan ahjusii.


“kau di kelas 2B,segeralah mencarinya !! nanti kau bisa telat.” Seru ahjussi setelah kami keluar dari kantor guru.
“ne uumm~ aku satu kelas dengan tuan Jo twins tidak ya?” Tanyaku iseng.
“aku tidak tau mungkin kau bisa satu kelas.” Jawab ahjusii sambil pergi menuju mobilnya. Aku berjalan menelusuri koridor sekolah sambil mencari kelas berpalang ‘2B’.
“ahh itu dia.” Ucapku setelah menemukannya. Karena terlalu bersemangat aku tidak memperhatikan sekelilingku dan BRAKK’, aku terjatuh. Ternyata ada bagian bangunan yang bertingkat, aku sama sekali tidak melihatnya.
“aaiisshh perih sekali.” Ringisku. Sikuku terasa sakit, sedikit lecet. Aku merapikan pakaianku dan kembali berjalan menuju kelas. Aku memasuki kelas tersebut dan terdengar bisikkan-bisikkan yang sepertinya di tujukan padakku. Namun mataku tertuju pada siswa berambut blond yang sedang menatap ke luar jendela,dia terlihat cuek dengan kedatanganku, tidak seperti siswa yang lain . Ya, dia adalah tuan Youngmin,
 “haksaeng (murid) kalian akan mendapatkan teman baru.” Ucap Lee sonsaeng.
 “NE~.....” jawab semua siswa serempak.
“baiklah Seo ra perkenalkan dirimu!!” perintahnya kemudian.
“ne, annyeonghaseo Kim Seo Ra imnida bangapseumnida?” Ucapku ramah seraya membungkukkan badanku. Ada yang membalas dengan senyum, namun tidak sedikit pula siswa yang menatapku dengan tatapan sinisnya.

            Seora kau bisa duduk di bangku sebelah sana.Lee sonsaeng menunujuk bangku kosong yang bersebrangan dengan tempat di mana tuan Youngmin duduk. Aku berjalan menuju bangku itu.
Annyeong Han Ri Young imnida.” sapa yeoja yang duduk di sebelahku. “ne annyeong” balasku tersenyum dan membalas uluran tangannya. Dia manis, sepertinya dia yeoja yang baik.
“kita ngobrol saat istirahat yah?” balasnya dengan mengedipkan satu matanya. Genit sekali.


***


 “kajja kita ke kantin ! kau pasti lapar bukan?” seru Riyoung sesaat setelah bel tanda istirahat berbunyi. Aku hanya mengangguk dan berjalan mengikutinya.
“Seora-ahh kau sangat pemalu? Apakah karena ini pertama kita bertemu?” tanya Riyoung saat kita berjalan menuju kantin.
“heoh? Ne Riyoung-ssi aku.... aku masih malu.” Jawabku tersenyum. Aku memang terkesan diam jika dengan orang yang baru pertama ku kenal, namun jika sudah akarab aku bisa sangat cerewet.
“kau ini kita kan teman, panggil secara formal saja!” perintahnya. Ketika sampai di kantin, Riyoung langsung menarik tanganku menuju meja yang sudah di tempati oleh 2 orang namja.
“haayy?? Kita dapat chingu baru..” seru Riyoung ceria. Aku pikir mereka adalah temannya.
            “waahh kau anak baru yah? Senang berteman denganmu aku No Min Woo, kau bisa memanggilku Minwoo !!” ucap namja yang mengaku Minwoo itu ramah.
            “aku Lee Jeong Min, panggil saja aku Jeongmin.” Seru namja di sebelahnya dengan cepat dengan mengulurkan tangannya, akupun langsung membalas uluran tangannya. ‘lembut’ pikirku, dia tampan dan manis. Namun dengan tiba-tiba Minwoo melepaskan tanganku dan tangan Jeongmin yang sedang bersalaman.
            “ya, kenapa kalian lama sekali bersalaman? Aku juga ingin bersalaman dengan Seora.” Ucapnya kesal. Raut mukanya sangat lucu, membuatku ingin tertawa. Dia menarik tanganku cepat, menuntunku untuk bersalaman dengannya.
            “Minwoo-ssi kau lucu sekali.” Seruku saat Minwoo masih bersalaman denganku erat.
            “Seora senang berkenalan denganmu.” Balasnya manis.
            “oh iya kau mau pesan apa Seora?” tambahnya. Aku bingung akan memesan apa, akhirnya aku memilih untuk melirik Riyoung meminta jawaban.
            “terserah kau saja Seora, kalau aku pesan minuman dingin saja.” Riyoung sepertinya tau apa yang aku maksud.
            “ne, aku sama seperti Riyoung saja.” Jawabku akhirnya.
            “okke nona manis, aku akan membawakan dengan segera untuk kalian.” Seru Jeongmin mengerling nakal, seraya berlalu menuju penjual minuman di ikuti Minwoo yang ada di belakangnya.

            “apakah kalian sudah berteman sejak lama?” aku yang sedari tadi penasaran akan siapa itu Minwoo dan Jeongmin pun bertanya pada Riyoung yang sedang sibuk dengan ponselnya.
            “iya, kami sudah berteman sejak kelas satu. Mereka berdua adalah teman pertamaku di sini saat aku pindah di semester dua, tahun lalu.” Balasnya ramah. Jadi Riyoung anak baru juga di sekolah ini.
            “kami dulu satu kelas, namun di kelas dua ini kita terpisahkan.” Tambahnya dengan raut muka sedih yang dibuat-buat. Aku hanya terkekeh melihat tingkahnya, mereka adalah teman yang baik dan lucu, aku bersyukur mendapat teman seperti mereka.
            “Minwoo dan Jeongmin adalah teman yang sangat baik, terkadang mereka bertengkar namun tak mustahil pula jika mereka sangat akrab.” Riyoung terkekeh memperhatikan mereka berdua yang masih mengantri untuk membeli minuman.
            “waah, pasti senang memiliki sahabat seperti kalian.” Ucapku kagum.
            “ Seora !! kau sudah menjadi sahabatku, mereka berdua juga sahabatmu. Kau pasti senang. Mereka juga teman yang asyik di ajak curhat.” Riyoung seakan promosi akan ke dua sahabatnya itu.
            “ ahh ne, kalian teman pertama di sekolah baruku ini. Aku sangat senang.” Balasku senang. Riyoung hanya membalas dengan senyum manisnya, dia kembali sibuk dengan ponselnya. Mungkin memang ada yang penting.
            Sedari tadi aku tidak melihat  tuan Kwangmin atau Youngmin di sini, apa mereka tidak pernah ke kantin. Mataku menyusuri setiap sudut-sudut sekolah, berharap menemukan sosok mereka berdua. Mataku terhenti, menangkap sesuatu yang menarik bagiku. Aku melihat dua orang yeoja dan namja yang sedang berciuman. Walaupun aku tidak dapat melihat wajahnya namun aku dapat mengenalinya lewat warna rambut blondnya yang mencolok, aku yakin dia pasti tuan Youngmin. Namun dengan siapa dia berciuman apakah yeoja itu adalah yeojachingunya?.


Author P.O.V.


            Kwangmin yang sedari tadi ingin sekali pergi menemui Seora, terpaksa harus mengurungkan niatnya karena tugasnya sebagai ketua kelas memaksanya untuk mengerjakan tugas di kelasnya.
            “kenapa pada saat seperti ini aku harus mengerjakan tugas? Padahal aku sangat ingin menemui Seora. Dia di kelas apa? Dia satu kelas dengan siapa? Dan apakah dia sudah mempunyai teman di sekolah barunya ini? Aish ini sangat menyebalkan.” Dia terus mengeluh dalam menjalankan tugasnya. Sampai akhirnya dia tidak tahan dan memilih untuk mengintip dari jendela kelasnya. Dia berharap bisa melihat Seora dari jendela kelasnya yang berada di lantai dua ini.
            Apa yang di harapkan Kwangmin terwujud dia melihat Seora sedang berjalan bersama Minwoo,Jeongmin dan Riyoung.
            “dengan siapa dia? Apakah mereka teman barunya? Aku tidak hafal betul siapa mereka.” Ucapnya lirih. Kwangmin heran mengapa mereka bisa sangat akrab.
            Seora dan Riyoung berbelok menuju kelasnya di 2B, Kwangmin yang melihatnya tampak kaget. Dia hafal betul letak kelas 2B yang merupakan kelas saudara kembarnya ‘Youngmin’.
            “itu berarti, Seora satu kelas dengan Youngmin? Kenapa tidak satu kelas denganku saja.” Kwangmin frustasi, sepulang sekolah nanti Kwangmin berencana untuk menemui Seora di kelasnya.

***

            Kwangmin bergegas menuju ke kelas Seora setelah bel tanda pulang sekolah berdering. Dia berdiri di ambang pintu kelas berpalang 2B itu. Kwangmin melihat Seora seorang diri sedang membereskan bukunya.
            “Seora... kajja kita pulang?” seru Kwangmin ceria. Seora yang mendengarnya hanya tersenyum tipis pada Kwangmin. Seora berlari kecil menuju Kwangmin yang sedang menunggunya.
            Sebelum Seora sampai di ambang pintu, Kwangmin di tarik oleh seseorang dari belakang. Kwangmin di tarik sangat erat olehnya. Kwangmin tidak tau pasti siapa yang menariknya, namun dia di tarik menuju ke arah toilet. Setelah sampai di toilet Kwangmin begitu terkejut, ternyata yang menariknya adalah Youngmin.
            Youngmin mendorong Kwangmin sampai terpojok ke tembok. Dari raut muka Youngmin terlihat dia sangat marah.
            “Kwangmin, bisakah kau bersikap lebih lembut pada Seora? Taukah kau aku sangat jijik melihatnya? Apakah kau tidak malu satu sekolah dengan pembantumu sendiri hah?” seru Youngmin tepat di muka Kwangmin.
            “kenapa kau begini hah? Apa salahku?” Balas Kwangmin keras. Youngmin hanya mendengus tersenyum evil pada kembarannya.
            “asal kau tau. Aku sangat membenci yeoja itu, aku tidak mau teman satu sekolah kita ini tau kalau aku dan Seora tinggal satu rumah. Apalagi dengan predikat Seora sebagai PEMBANTU di rumah kita.” Suara Youngmin makin meninggi dengan banyak penekanan pada saat dia mengucapkan ‘pembantu’.
            “aku yang ingin berteman baik dengan Seora. Aku juga yang ingin dekat dengannya. Apa hubungannya denganmu? Apa mereka semua akan tau kalau kau tinggal satu atap dengan Seora?” Balas Kwangmin santai.  Youngmin menggertakan ke dua ujung giginya, menandakan dia benar-benar marah.
            “apakah kau benar-benar bodoh Jo Kwangmin? Kita itu kembar, kita tinggal satu rumah. Dan jika teman satu sekolah ini tau kau satu rumah dengan Seora, itu berarti mereka juga tau kalau aku tinggal satu rumah juga dengannya.” Youngmin makin menggila (?) emosinya tidak bisa di tahan lagi. Dia sangat heran pada kembarannya. Kenapa dia tidak bisa berfikir jauh. Youngmin tidak ingin menambah emosinya (?) lagi, dia juga tidak ingin melakukan hal yang tidak-tidak pada Kwangmin. Akhirnya dia memilih untuk meninggalkan Kwangmin yang masih bersender pada tembok toilet. Dia menuju washtafel membasuh ke dua tangannya.
            “kajja... ahjussi sudah menunggu kita dari tadi.” Ucap Youngmin saat dia sudah selesai membasuh tangannya dan berjalan menggandeng tangan Kwangmin.
            “kau yang terlalu lama, kenapa kau harus memarahiku dulu?” Kwangmin melepas gandengan tangannya dengan Youngmin dan berjalan cepat mendahului Youngmin. Youngmin berlari menuju Kwangmin yang jauh di depannya. Setelah dekat, Youngmin kembali menarik tangan Kwangmin, Kwangmin pun berhenti dan menatap Youngmin dengan tatapan –ada apa lagi?-
            “aku peringatkan kau sekali lagi, berpura-puralah tidak mengenal Seora saat kau di sekolah.” Ucap Youngmin singkat dan langsung masuk menuju mobil yang telah menunggu mereka sedari tadi.
            “Youngmin sudah gila.” Lirih Kwangmin, dia pun mengikuti Youngmin masuk ke dalam mobil.

***

Kwangmin P.O.V.

            Setelah berganti seragam sekolah dan makan siang, aku menghampiri Seora yang sedang mengelap piring. Aku ingin bertanya banyak padanya.
            “Seora, sedang sibuk ya?” tanyaku basa-basi. Di hanya melihatku, tersenyum sekilas lalu melanjutkan pekerjaanya.
            “bagaimana sekolahmu? Apakah kau nyaman?” tanyaku pada akhirnya.
            “ne tuan, saya senang dengan sekolah baru itu. Sangat mewah dan luas. Saya juga sudah mendapat teman yang baik tuan.” Jawabnya sopan, namun tetap terlihat menarik dia sepertinya benar-benar suka dengan sekolah barunya yang juga sekolahku.
            “ohh iya, aku melihatmu dengan dua namja dan satu yeoja di sekolah tadi. Siapa mereka?” aku sangat penasaran dengan siapa mereka, yang mampu mejadi teman pertama Seora.
            “yeoja itu adalah Riyoung, dia teman satu kelasku, dan dua namjanya adalah Minwoo dan Jeongmin. Mereka adalah teman dari Riyoung. Apakan tuan tidak mengenalnya?” dia mengalihkan pandangannya dari piring-piring yang dia bersihkan, menatap ke arahku. Aku dapat melihat jelas mata sipitnya yang bening. ‘sangat indah.’ Pikirku.
            “aku...aku... tidak terlalu mengenal mereka, karena aku jarang keluar kelas.” Balasku gugup. Jujur aku malu jika di katakan tidak mengenal teman satu sekolah. Apalagi dia satu angkatan denganku.
            “apakah mereka baik padamu?” tambahku.
            “ne, mereka sangat baik dan lucu. Tuan aku tidak melihatmu di sekolah tadi? Apakah kau sedang sibuk?”
            “Beruntungnya kau Seora. Ne, aku ada tugas di kelas jadi aku tidak bisa keluar kelas untuk menemuimu.” Paparku sedih.
            “tuan bolehkah saya bertanya sesuatu?” ucapan Seora tiba-tiba menjadi serius, apakah dia akan bertanya hal yang penting padaku.
            “apa yang kau ingin tanyakan padaku?” balasku tenang.
            “tuan, apakah tuan Youngmin sudah mempunyai yeojachingu?” pertanyaan yang jauh di luar dugaanku. Dari mana dia tau berita seperti ini di hari pertamanya sekolah? Apakah Youngmin sangat populer di sekolah.
            “dari mana kau tau Seora?” tanyaku penasaran.
            “em~ aku melihatnya berciuman dengan seorang yeoja.” Dia menunduk malu saat mengatakannya. Youngmin benar-benar bad boy, beraninya dia berciuman di sekolah.
            “ne, Youngmin memang sudah mempunyai yeojachingu, dia adalah Kim Cheon Suk yeoja populer di sekolah kita, dia adalah sunbae kita.” Jawabku santai. Seora hanya mengangguk pelan dengan mulut yang mengeluarka sedikit suara ‘oh’. Namun aku juga masih penasarn kenapa dia menanyakan tentang hal ini.


***

Youngmin P.O.V.

            Hari ini aku memilih untuk berangkat sekolah menggunakan sepeda motor seorang diri. Aku tidak mau menambah kecurigaan teman-teman sekolahku jika aku berangkat bersama Seora dengan satu mobil. Biarkan Kwangmin yang berangkat bersamanya.
            Tak peduli dengan peringatan eommaku tadi malam, jika aku harus lebih berhati-hati. Kupacu motor sport berwarna merahku kencang.
            Aku sampai di parkiran sekolah, bersamaan dengan Kwangmin dan Seora, sepertinya Seora sudah membaca kertas itu, dia pergi menjauhi Kwangmin ketika mereka turun dari mobil ‘anak pintar.’ Lirihku. Tiba-tiba ada yang mengapit erat lenganku. Kuarahkan pandanganku padanya. Ternyata Cheonsuk, dia manis sekali hari ini.
            “oppa, kenapa kau tidak di antarkan supirmu hari ini?” walaupun dia satu tahun lebih tua dariku namun dia memaksaku untuk memanggilku oppa. Aku juga  tidak tau asalan pastinya. Namun dia ingin terkesan lebih muda di hadapanku.
            “ne, aku ingin membawa motor saat ini, aku juga bisa mengantarmu sepulang sekolah chagi.” Aku mengerling nakal.
            “huuh dasar.” Dia mencubit pelan lenganku, membuatku sedikit merintih.
            “Youngmin, siapa dia?” aku bingung harus menjawab apa. Kenapa dia bertanya Seora padaku? Apakah Cheonsuk tau aku tinggal satu rumah dengannya???

To be continue ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar